Minggu, 09 Januari 2011 - 21:59:00 WIB
Pendidikan Sebagai Human Inves
Diposting oleh : Zulkarnain
Kategori: Iptek - Dibaca: 1383 kali
Prof. Dr. Nurcholish Madjid pernah di undang oleh badan management yang cukup bergengsi dengan pendukung non muslim dan non pribumi. Beliau di minta untuk bicara tentang "kebangkitan islam", pembawa acara karena merasa cukup akrab, membawakanya dengan sedikit bercanda, tapi mencerminkan apa yang sebenarnya terbetik dalam hatinya, dia mengatakan begini, "saudara-saudara sekalian,kita mendapatkan kehormatan kedatangan saudara Nurcholish Madjid untuk membicarakan kebangkitan islam di negeri ini, agar kita yang di "atas", tahu apa yang terjadi di bawah." Secara mental mereka melihat dirinya di "atas", ketika Islam naik seperti sekarang mereka menjadi grogi dan salah tingkah. Karena itu, segala macam di usahakan agar umat islam terhambat. Mereka sudah mengantisipasi ke depan bahwa sebetulnya suatu masyarakat tidak di tentukan oleh mayoritas, melainkan oleh minoritas yang mampu (the capable minority).
Indonesia adalah negara terbuka, karena itu mobilitas vertical tidak lagi memperhitungkan hal-hal kenisbatan atau skriptif seperti anak siapa, lahir di mana, bahasa daerahnya apa, dan sebagainya. Yang di persoalkan adalah kemampuan, "meritrokrasi" atau kekuasaan berdasarkan kemampuan. Dan kemampuan di peroleh dari pendidikan. Artinya anak tangga ke atas adalah "pendidikan".
Siapa yang mampu dari segi pendidikan ,maka dia yang akan berkuasa.
Mereka (golongan non muslim dan non pribumi) sudah menyiapkan ini. Lihatlah di mana-mana mereka mendirikan sekolah unggulan. Itu berarti proyeksi untuk tetap memonopoli hal-hal istimewa (privileges) di Indonesia. Maka, jika kita memikirkan masa depan yang jauh, pendidikan adalah hal yang paling strategis. Harus di ingat bahwa pendidikan merupakan investasi manusia (human investmen), sehingga buahnya baru bisa di rasakan setelah lewat satu generasi. Kata pepatah, kalau mau panen tiga bulan tanamlah jagung, tetapi kalau ingin panen kelapa harus berani menunggu lima tahun. Dan kalau "menanam" manusia (melalui pendidikan) harus berani menembus satu generasi, yaitu 20 sampai 25 tahun.
Al-zaytun memulai pendidikanya tahun 1999 M, sampai hari ini baru berjalan sekitar sepuluh tahun masih relative sangat muda jika di ukur dari waktu satu generasi, alumninya sa'at ini telah tersebar di seluruh Indonesia, dan bahkan ada beberapa yang sudah melanjutkan di perguruan tinggi di luar negeri,.dengan IP yang cukup memuaskan.
Kampus Al-zaytun sangat berwawasan lingkungan, seharusnya justru di jadikan percontohan bagi kampus-kampus lain. Dan model pendidikanya yang menganut "one pipe education" perlu dukungan penuh dari pemerintah, agar bisa menguatkan system pendidikan nasional. Kemajuan yang di capai oleh institusi pendidikan Al-zaytun cukup signifikan, di lihat dari kelulusan yang di capai pada sa'at mengikuti UN (Ujian Nasional).
Cita-cita mendirikan system pendidikan satu pipa semoga akan segera tercapai. Sa'at ini bukan zamanya lagi berfikir ah ini punya umat islam kita hambat, ini adalah pemikiran yang sudah kadaluwarsa, dan sangat menghambat kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya bersikap adil, dan mendukung semua program Al-Zaytun.

warkiman
13 Februari 2011 - 04:02:15 WIB
Generasi AL-ZAYTUN adalah gnerasi masa hadapan bangsa indonesia, mari kita dukung Al-Zaytun untuk memperbaiki bangsa ini.Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar,hanya dengan pendidikanlah generasi masa hadapan akan menjadi generasi yang berkualitas.
Mas Bambang
16 Februari 2011 - 15:09:14 WIB
Benar benar suatu tempat pendidikan yg sangat bagus prospeknya untuk kemajuan bangsa dan Islam.
Tapi kenapa berita yg selalu terdengar d Indonesia selalu 'lain' apabila berhubungan dengan Al Zaytun.
Masikin
16 Maret 2011 - 13:28:47 WIB
alhamdulilah Negara Indonesia Sudah Mempunyai tempat Pendidikan yang Super Modern Seperti AL Zaytun,Semoga Al Zaytun Menjadi Contoh Pendidikan Seluruh Dunia!
ganang
20 Maret 2011 - 08:29:36 WIB
saya mendukung Al zaitun,semoga terus maju dan jaya
Eko
24 Maret 2011 - 07:44:42 WIB
Alhamdulilah Alzaytun sebagai institusi pendidikan islam yang ada di Indonesia sebagai aset bangsa yang akan menghasilkan manusia unggul yang akan memimpin dan menjadikan indonesia kuatmaju terus Alzaytun.
surya
27 Maret 2011 - 14:18:30 WIB
Aku akan selalu mendukung ,apa yang terbaik,,Amiiiin
Ali Ridha
21 April 2011 - 09:59:14 WIB
Pendidikan Al Zaytun adalah embrio lahirnya peradaban agung di muka bumi, tidak ada yang memburukannya kecuali orang yang dengki
saiman
21 April 2011 - 16:56:45 WIB
saya mendukung Al Zaytun untuk maju,
maju-maju dan ayo terus maju.
tiada pohon yang rindang dan bermanfaat buat yang lain tanpa adanya pupuk dari je jatuhan daun nya sendiri.Al Zaytun setiap hari dipupuk dan disiram maka pantaslah
suatu saat akan sangat bermanfaat bagi semua umat.sukses slalu!
romy
10 Mei 2011 - 22:50:11 WIB
"Bhineka Tunggal Ika"
semua berbeda tapi tetap satu...
tak peduli ras..
tak peduli suku...
dan yang paling penting "agama". ..
kita tetap satu yaitu Indonesia...
joni harsoyo
12 Mei 2011 - 08:44:09 WIB
Saya sangat mendukung dengan system pendidikan alzaetun, dimana semua sarana tersedia dengan baik. Dan saya sangat setuju dengan pepatah pimpinan al-zaetun, bahwa Kemungkaran akan sirna dengan KEBENARAN. hidup al-zaetun maju terus, ALLAH pasti bersama kita..amin
osuwarno
14 Mei 2011 - 11:08:51 WIB
teruslah berjuang lurus di jalan allah, hambatan dan rintangan pasti datang namun yakinlah Allah akan menolongnya.Makin kuat perjuangan makin besar pula tantangan yang harus dihdapi.Tetaplah di jalan Allah berjuang mencerdaskan umat.
Cecep Dhani Setiawan
17 Mei 2011 - 16:04:11 WIB
Bangkitkan Pendidikan Islam yang Rahmatan Lila'lamiin semoga mereka yang masih tertutup mata hatinya agar bisa melihat mana yang haq dan batil
Berikan Komentar:
Untuk menghindari komentar yang tidak berkait dengan isi berita atau pun komentar yang berupa iklan, maka komentar dari Anda akan ditampilkan setelah melalui pemeriksaan Admin
Pendidikan Sebagai Human Inves
Diposting oleh : Zulkarnain
Kategori: Iptek - Dibaca: 1383 kali
Prof. Dr. Nurcholish Madjid pernah di undang oleh badan management yang cukup bergengsi dengan pendukung non muslim dan non pribumi. Beliau di minta untuk bicara tentang "kebangkitan islam", pembawa acara karena merasa cukup akrab, membawakanya dengan sedikit bercanda, tapi mencerminkan apa yang sebenarnya terbetik dalam hatinya, dia mengatakan begini, "saudara-saudara sekalian,kita mendapatkan kehormatan kedatangan saudara Nurcholish Madjid untuk membicarakan kebangkitan islam di negeri ini, agar kita yang di "atas", tahu apa yang terjadi di bawah." Secara mental mereka melihat dirinya di "atas", ketika Islam naik seperti sekarang mereka menjadi grogi dan salah tingkah. Karena itu, segala macam di usahakan agar umat islam terhambat. Mereka sudah mengantisipasi ke depan bahwa sebetulnya suatu masyarakat tidak di tentukan oleh mayoritas, melainkan oleh minoritas yang mampu (the capable minority).
Indonesia adalah negara terbuka, karena itu mobilitas vertical tidak lagi memperhitungkan hal-hal kenisbatan atau skriptif seperti anak siapa, lahir di mana, bahasa daerahnya apa, dan sebagainya. Yang di persoalkan adalah kemampuan, "meritrokrasi" atau kekuasaan berdasarkan kemampuan. Dan kemampuan di peroleh dari pendidikan. Artinya anak tangga ke atas adalah "pendidikan".
Siapa yang mampu dari segi pendidikan ,maka dia yang akan berkuasa.
Mereka (golongan non muslim dan non pribumi) sudah menyiapkan ini. Lihatlah di mana-mana mereka mendirikan sekolah unggulan. Itu berarti proyeksi untuk tetap memonopoli hal-hal istimewa (privileges) di Indonesia. Maka, jika kita memikirkan masa depan yang jauh, pendidikan adalah hal yang paling strategis. Harus di ingat bahwa pendidikan merupakan investasi manusia (human investmen), sehingga buahnya baru bisa di rasakan setelah lewat satu generasi. Kata pepatah, kalau mau panen tiga bulan tanamlah jagung, tetapi kalau ingin panen kelapa harus berani menunggu lima tahun. Dan kalau "menanam" manusia (melalui pendidikan) harus berani menembus satu generasi, yaitu 20 sampai 25 tahun.
Al-zaytun memulai pendidikanya tahun 1999 M, sampai hari ini baru berjalan sekitar sepuluh tahun masih relative sangat muda jika di ukur dari waktu satu generasi, alumninya sa'at ini telah tersebar di seluruh Indonesia, dan bahkan ada beberapa yang sudah melanjutkan di perguruan tinggi di luar negeri,.dengan IP yang cukup memuaskan.
Kampus Al-zaytun sangat berwawasan lingkungan, seharusnya justru di jadikan percontohan bagi kampus-kampus lain. Dan model pendidikanya yang menganut "one pipe education" perlu dukungan penuh dari pemerintah, agar bisa menguatkan system pendidikan nasional. Kemajuan yang di capai oleh institusi pendidikan Al-zaytun cukup signifikan, di lihat dari kelulusan yang di capai pada sa'at mengikuti UN (Ujian Nasional).
Cita-cita mendirikan system pendidikan satu pipa semoga akan segera tercapai. Sa'at ini bukan zamanya lagi berfikir ah ini punya umat islam kita hambat, ini adalah pemikiran yang sudah kadaluwarsa, dan sangat menghambat kemajuan Indonesia. Oleh karena itu, pemerintah seharusnya bersikap adil, dan mendukung semua program Al-Zaytun.

warkiman
13 Februari 2011 - 04:02:15 WIB
Generasi AL-ZAYTUN adalah gnerasi masa hadapan bangsa indonesia, mari kita dukung Al-Zaytun untuk memperbaiki bangsa ini.Bangsa indonesia adalah bangsa yang besar,hanya dengan pendidikanlah generasi masa hadapan akan menjadi generasi yang berkualitas.
Mas Bambang
16 Februari 2011 - 15:09:14 WIB
Benar benar suatu tempat pendidikan yg sangat bagus prospeknya untuk kemajuan bangsa dan Islam.
Tapi kenapa berita yg selalu terdengar d Indonesia selalu 'lain' apabila berhubungan dengan Al Zaytun.
Masikin
16 Maret 2011 - 13:28:47 WIB
alhamdulilah Negara Indonesia Sudah Mempunyai tempat Pendidikan yang Super Modern Seperti AL Zaytun,Semoga Al Zaytun Menjadi Contoh Pendidikan Seluruh Dunia!
ganang
20 Maret 2011 - 08:29:36 WIB
saya mendukung Al zaitun,semoga terus maju dan jaya
Eko
24 Maret 2011 - 07:44:42 WIB
Alhamdulilah Alzaytun sebagai institusi pendidikan islam yang ada di Indonesia sebagai aset bangsa yang akan menghasilkan manusia unggul yang akan memimpin dan menjadikan indonesia kuatmaju terus Alzaytun.
surya
27 Maret 2011 - 14:18:30 WIB
Aku akan selalu mendukung ,apa yang terbaik,,Amiiiin
Ali Ridha
21 April 2011 - 09:59:14 WIB
Pendidikan Al Zaytun adalah embrio lahirnya peradaban agung di muka bumi, tidak ada yang memburukannya kecuali orang yang dengki
saiman
21 April 2011 - 16:56:45 WIB
saya mendukung Al Zaytun untuk maju,
maju-maju dan ayo terus maju.
tiada pohon yang rindang dan bermanfaat buat yang lain tanpa adanya pupuk dari je jatuhan daun nya sendiri.Al Zaytun setiap hari dipupuk dan disiram maka pantaslah
suatu saat akan sangat bermanfaat bagi semua umat.sukses slalu!
romy
10 Mei 2011 - 22:50:11 WIB
"Bhineka Tunggal Ika"
semua berbeda tapi tetap satu...
tak peduli ras..
tak peduli suku...
dan yang paling penting "agama". ..
kita tetap satu yaitu Indonesia...
joni harsoyo
12 Mei 2011 - 08:44:09 WIB
Saya sangat mendukung dengan system pendidikan alzaetun, dimana semua sarana tersedia dengan baik. Dan saya sangat setuju dengan pepatah pimpinan al-zaetun, bahwa Kemungkaran akan sirna dengan KEBENARAN. hidup al-zaetun maju terus, ALLAH pasti bersama kita..amin
osuwarno
14 Mei 2011 - 11:08:51 WIB
teruslah berjuang lurus di jalan allah, hambatan dan rintangan pasti datang namun yakinlah Allah akan menolongnya.Makin kuat perjuangan makin besar pula tantangan yang harus dihdapi.Tetaplah di jalan Allah berjuang mencerdaskan umat.
Cecep Dhani Setiawan
17 Mei 2011 - 16:04:11 WIB
Bangkitkan Pendidikan Islam yang Rahmatan Lila'lamiin semoga mereka yang masih tertutup mata hatinya agar bisa melihat mana yang haq dan batil
Berikan Komentar:
Untuk menghindari komentar yang tidak berkait dengan isi berita atau pun komentar yang berupa iklan, maka komentar dari Anda akan ditampilkan setelah melalui pemeriksaan Admin

Total pengunjung : 58067
Hits hari ini : 94
Pengunjung Online: 3

